Bisnis 8Wood

Bisnis 8Wood

Kini kerja keras keduanya telah membuahkan hasil. Hingga saat ini, jumlah pengguna yang terdaftar di situs Berrybenka sudah mencapai 1,7 juta yang merupakan gabungan dari Berrybenka dan Hijabenka. Transaksi online per harinya saja sudah mencapai 2 ribu hingga 3 ribu penjualan. Berrybenka juga berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 merchant dengan lebih dari 20 ribu ragam produk dengan kategori produk bervariasi mulai dari busana, sepatu, tas, kosmetik dan aksesoris baik dari brand lokal maupun brand internasional.

Selain itu, Berrybenka juga melakukan inovasi dengan mendirikan offline store yang memberikan sensasi belanja dari online ke offline (O2O) yang tidak ditemukan di toko ritel fesyen lainnya atau di situs e-commerce lainnya. Berrybenka kini telah memiliki 15 offline store yang tersebar di wilayah Indonesia. Offline store ini biasanya hanya untuk enam bulan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman belanja yang berbeda dibandingkan kompetitornya. Dengan inovasi ini, Berrybenka berhasil membukukan pertumbuhan penjualan hingga 300% di setiap kota yang ada pop-up store Berrybenka.

Kunci sukses Berrybenka menjadi salah satu situs e-commerce di Indonesia tak lain berkat perpaduan antara desain packaging yang menarik, layanan yang memudahkan pelanggan seperti customer service yang responsif, pengiriman, hingga layanan pengem

Bisnis 8Wood

Makanya 8Wood tidak terlalu banyak menghabiskan budget untuk iklan dan promosi karena 8Wood sangat memanfaatkan nama besar sang pemilik serta menggunakan media sosial sebagai marketing channel bisnisnya. Bahkan, nama 8Wood sendiri diprediksi akan mampu bersaing sebagai Nasty Gal versi Indonesia yang melayani kebutuhan fashion para konsumen muda. Nasty Gal sendiri adalah salah satu perusahaan fashion e-commerce yang terkemuka di Amerika Serikat yang didirikan oleh Sophia Amoruso.

Saat ini, 8Wood mengklaim sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 brands dan memiliki lebih dari 6.000 listing produk dalam website mereka. 8Wood sebagai sebuah situs e-commerce juga menerapkan model bisnis B2C dimana mereka mengambil potongan sebesar 30 persen dari setiap produk yang terjual milik brand lain yang bekerjasama dengan platform-nya.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin melesat serta maraknya penggunaan media sosial diprediksi akan memberikan angin segar bagi para pekerja pada khususnya serta dunia kerja pada umumnya.

Bila dahulu, orang cenderung menyebut pekerjaan sebagai dokter, insinyur, guru, atau pekerja kantoran yang konvensional berdasi, menggunakan jas dan berpakaian formal. Pekerjaan harus dilakukan di kantor dengan jam kerja yang teratur mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00.

Tapi sekarang, zaman telah berubah. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, tren telah bergeser dengan dikenalnya istilah remote working atau kerja jarak jauh atau saat seseorang bekerja dari sebuah lokasi diluar kantor utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *